in

Tetap Bisa Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta walau Alamat KTP Berbeda dengan Tempat Usaha, Begini Cara Daftarnya

Tetap Bisa Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta walau Alamat KTP Berbeda dengan Tempat Usaha, Begini Cara Daftarnya

JATENGINFO.CO – Tetap Bisa Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta walau Alamat KTP Berbeda dengan Tempat Usaha, Begini Cara Daftarnya.

Bantuan presiden berupa uang tunai untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) atau BLT UMKM sudah mulai diberikan.

Syarat utamanya adalah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) untuk mendapatkan BLT UMKM sebesar Rp 2,4 juta ini.

Lalu bagaimana jika alamat di KTP dan tempat usaha berbeda? Apakah masih bisa dapat BLT UMKM? Bagaimana caranya?

Mengutip laman resmi depkop.go.id jika pelaku usaha yang memiliki alamat berbeda dengan domisili usaha bisa melampirkan surat keterangan usaha (SKU).

Kemudian syarat untuk mendaftar BLT UMKM ini bisa dibawa saat ke dinas koperasi.

Mulai dari NIK, nama lengkap beserta KTP, alamat tempat tinggal, bidang usaha dan nomor telepon.

Memang, tidak semua pedagang bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Syaratnya pelaku usaha tidak sedang dalam menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan.

Selain itu pelaku usaha wajib warga negara Indonesia (WNI) dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul.

Tak hanya itu, pengusaha mikro juga bukan berasal dari anggota Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri ataupun pegawai BUMN/BUMD.

BLT UMKM ini diharapkan dapat membantu keuangan pelaku usaha kecil yang pendapatannya tergerus akibat dampak pandemi virus Corona (COVID-19).

Target Penerima BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Mengenai target penerima bantuan, Hanung menyebutkan, pihak Kemenkop UKM mengusulkan jumlah penerima sama dengan tahun 2020 yaitu 12 juta pelaku UMKM.

“Kalau kita mengajukan sama dengan tahun ini, karena perkiraan (informasi dari salah satu penelitian) yang belum bankable itu 22 juta (pelaku UMKM),” ujar Hanung.

“Tentunya sekrang lebih banyak lagi, dengan adanya Covid-19. Jadi kita usulkan 12 juta lagi, jadi totalnya 24 juta,” tambah dia.

Bantuan BLT UMKM ini ditujukan kepada pelaku UMKM yang belum pernah mendapatkan atau menerima bantuan peminjaman atau sejenisnya dari pihak perbankan (unbankable).

“(Bantuan diberikan) satu kali yang belum dapat, kan yang belum dapat banyak. Sasaran kami yang belum bankable,” papar Hanung.

Sementara bagi yang sudah mendapatkan bantuan dan berhasil menjalankannya, lanjut dia, didorong untuk program KUR super mikro.

“Kalau sudah dapat dan berhasil, kami dorong untuk KUR super mikro,” ujarnya.

Evaluasi BLT UMKM Rp 2,4 Juta di Tahun 2020

Hanung memaparkan, berdasarkan evaluasi program BLT UMKM tahun ini, bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM cukup efektif.

Menurut dia, sekitar 80-90 persen penerima menggunakan dana bantuan untuk produksi.

“Sedikit sekali yang digunakan untuk kepentingan lain seperti konsumsi,” tuturnya.

Hanung berharap, penerima bantuan BLT UMKM dapat benar-benar menggunakan dana untuk kepentingan produktif.

“Kalau ada pungutan-pungutan saat pencairan mohon dilaporkan ke kami,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, bantuan BLT UMKM yang diberikan tahun ini sebesar Rp 2,4 juta untuk masing-masing penerima, ditujukan sebagai tambahan modal kerja bagi para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

Cara Daftar BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Syarat pendaftaran BLT UMKM, Kementerian Koperasi dan UMKM hanya bisa dilakukan secara luring atau offline.

Selain itu, karena tidak semua pelaku UMKM bisa mendapat bantuan, ada beberapa syarat yang juga perlu diperhatikan, yaitu:

  • WNI dan mempunyai Nomor Induk kependudukan (NIK) yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul
  • Tidak sedang menerima kredit modal dan investasi dari perbankan
  • Bukan berasal dari anggota aparatur sipili negara (ASN), TNI/Polri, dan pegawai BUMN/BUMD

Selanjutnya pelaku UMKM dapat mengajukan diri ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) kabupaten atau kota masing-masing.

Saat mendaftar, pelaku UMKM harus membawa sejumlah berkas yang dibutuhkan, yaitu:

  • NIK
  • Nama lengkap
  • KTP
  • Alamat tempat tinggal
  • Bidang usaha
  • Nomor telepon

Jika tempat usaha berbeda dari domisili, maka pendafar harus meminta surat keterangan usaha (SKU) dari desa setempat.

Cara Cek Status Penerima BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Pelaku UMKM juga bisa mengecek status penerima bantuan secara online melalui laman https://eform.bri.co.id/bpum.

Berikut cara pengecekannya:

  • Buka alamat https://eform.bri.co.id/bpum
  • Isi nomor KTP
  • Lakukan proses verifikasi dengan memasukkan jawaban perhitungan matematika
  • Klik proses inquiry
  • Akan muncul pemberitahuan terkait status penerima bantuan

Jika dinyatakan sebagai penerima bantuan, maka segera datang ke Bank BRI terdekat dengan membawa identitas diri.

Proses Pencairan BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Pencairan BPUM atau BLT UMKM dapat dilakukan dengan melengkapi dokumen Surat Pernyataan dan/atau kuasa Penerima Dana BPUM dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Surat-surat tersebut sudah disediakan oleh pihak Bank BRI, pendaftar hanya diminta untuk mengisi dan melengkapi data yang diperlukan.

Bagi penerima bantuan yang telah memiliki rekening BRI, dapat membawa persyaratan lainnya seperti buku tabungan, kartu ATM, dan identitas diri.

Penerima bantuan yang tidak memiliki nomor rekening, akan dicetakkan buku tabungan oleh Bank BRI dengan membawa KTP dan bukti SMS atau pemberitahuan.

Demikian informasi yang dapat kami rangkum terkait “Tetap Bisa Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta walau Alamat KTP Berbeda dengan Tempat Usaha, Begini Cara Daftarnya“.***

Semoga dengan adanya informasi ini akan bermanfaat ya.