in

Spesial, Ada 8 Spesies Baru yang Ditemukan pada Tahun 2020

Spesial, Ada 8 Spesies Baru yang Ditemukan pada Tahun 2020

JATENGINFO.CO – Spesial, Ada 8 Spesies Baru yang Ditemukan pada Tahun 2020.

Penemuan spesies baru bagi dunia sains adalah peristiwa menggembirakan, secercah harapan kekayaan keanekaragaman hayati yang belum pernah dipetakan, masih tersembunyi di seluruh dunia.

“Setiap tahun, saat para ilmuwan menjelajahi ekosistem dunia, menelusuri herbarium dan jamur [funguria], mengurutkan DNA organisme, dan ketika ditelusuri, mereka menemukan spesies tumbuhan dan jamur yang belum dideskripsikan secara ilmiah,” menurut laporan “State of the World’s Plants and Fungi 2020”, yang dirilis September oleh Royal Botanic Gardens, Kew [RBG Kew].

Banyak spesies baru dideskripsikan tahun 2020, termasuk beberapa ular, katak, serangga, dan bahkan primata.

Beralih ke laut, para ilmuwan melihat paus berparuh yang mungkin merupakan spesies baru dan siphonophore melingkar misterius yang diyakini sebagai hewan terpanjang yang pernah tercatat.

Tumbuhan dan jamur juga terus mewakili keanekaragaman yang belum dijelajahi.

Tahun ini, RBG Kew menyebutkan ada 156 tumbuhan dan jamur dari Afrika, Asia, Amerika, dan Inggris, dan U.K. The Missouri Botanical Gardens juga baru-baru ini menyebutkan 10 penemuan tumbuhan karismatik dari tahun 2020, termasuk spesies baru pohon eboni, karnivora sundew, dan daun mint baru.

Namun, meskipun suatu spesies mungkin baru bagi dunia sains, bukan berarti ia tidak pernah dilihat atau diberi nama sebelumnya.

“Banyak spesies baru dalam ilmu pengetahuan, namun telah dikenal dan digunakan oleh orang-orang di daerah asalnya – orang-orang yang selama ini telah menjadi penjaga utama dan juga sering kali memiliki pengetahuan lokal yang tak tertandingi,” tulis Alexandre Antonelli, direktur sains di RBG Kew.

Inilah 15 Spesies Baru di Dunia Sains yang Kami Pilih pada Tahun 2020:

• Salamander Berkilau dari Amerika Akhirnya Diberi Nama

Lebih dari 50 tahun setelah pertama kali dikumpulkan, spesies salamander baru telah diidentifikasi oleh para peneliti menggunakan teknologi sekuensing DNA generasi terbaru.

Salamander Carolina sandhills [Eurycea arenicola] ditemukan di mata air dan sungai kecil di wilayah perbukitan pasir negara bagian Carolina Utara, AS.

Negara bagian ini memiliki 64 nama salamander, lebih banyak dari negara bagian lain.

Wilayah perbukitan pasir memiliki sisa dari 5% ekosistem pinus berdaun panjang yang tersisa di Amerika.

• Lemur Tikus Baru, Muncul dari Kelompok Primata Terkecil di Dunia

Lemur tikus, sekelompok primata nokturnal pemalu, yang ditemukan di Pulau Madagaskar dan dianggap sebagai kelompok primata terkecil di dunia.

Mereka hanya seukuran kepalan tangan manusia. Para ilmuwan membedakan spesies baru ini, lemur tikus Yunus/Jonah [Microcebus jonahi], dari lemur tikus lainnya berdasarkan penampilan serta data genom dan DNA mitokondria.

Jenis ini sedikit lebih besar dari lemur tikus rata-rata dan memiliki tubuh coklat kemerahan dengan garis putih di hidungnya, bulu tebal dan telinga kecil.

Sejauh yang diketahui para peneliti, mereka hanya ditemukan di petak kecil hutan hujan dataran rendah di timur laut Madagaskar, di Taman Nasional Mananara Nord.

Di sini, mereka menghadapi ancaman penggundulan hutan, karena hutan Madagaskar dirusak. Ada 108 spesies lemur dan 25 spesies lemur tikus. Semuanya terancam punah.

Katak Baru di Bolivia yang Merupakan Jenis Terkecil di Dunia

Berukuran sekitar 10 milimeter ([0,4 inci], seukuran tablet aspirin, itulah katak lilliputian kecil [Noblella sp. Nov.].

Ditemukan hidup di terowongan bawah lumut dan humus di hutan awan di Lembah Zongo, dekat dengan La Paz, Bolivia.

Para peneliti mengatakan mereka sangat sulit ditemukan, meskipun nama panggilannya berbeda.

Ekspedisi ke Lembah Zongo menemukan 20 spesies baru dalam sains termasuk fer-de-lance gunung baru [Bothrops monsignifer], beberapa spesies anggrek dan kupu-kupu, dan beberapa spesies yang dianggap punah, termasuk katak mata setan/hantu [Oreobates zongoensis].

• Spesies Lutung Cantik dan Terancam Punah, Ditemukan di Myanmar

Spesies primata baru, lutung Popa [Trachypithecus popa], diidentifikasi di laboratorium menggunakan sampel jaringan dari spesimen museum, spesies penangkaran, dan sampel kotoran dari hewan liar yang dikumpulkan di hutan Myanmar.

Hanya sekitar 200 hingga 260 individu lutung Popa yang diketahui hidup dan tersebar di empat populasi terpisah.

Menurut para peneliti, populasi teraman kini hidup di kawasan hutan yang hanya berukuran sekitar 26 kilometer persegi [10 mil persegi], yang mungkin tidak memberinya ruang untuk menopang pertumbuhan populasi.

Meskipun statusnya belum ditentukan secara resmi, ia memenuhi syarat untuk sebutan Kritis [Critically Endangered] di bawah kriteria Daftar Merah IUCN.

• Ular Pit Viper Baru di India, Dinamai Berdasarkan Karakter film Harry Potter

Spesies ular pit viper hijau baru ditemukan di Himalaya dan dinamai Trimeresurus salazar, atau ular pit viper salazar, diambil dari nama Salazar Slytherin, karakter dari Harry Potter.

Ular yang aktif malam hari dan memiliki garis kemerahan hingga oranye unik di kepala dan tubuh jantan, ditemukan selama ekspedisi herpetologis di negara bagian paling timur laut India, Arunachal Pradesh, yang telah menjadi rumah bagi banyak penemuan tanaman dan hewan baru beberapa dekade terakhir.

• Seekor Tokek ‘palsu’ baru Ditemukan di Filipina

Dalam rangkaian perjalanan di ujung tenggara pulau utama Luzon di Filipina, para peneliti menemukan beberapa spesies mirip tokek, yang satu di antanya akhirnya diberi nama tahun 2020: tokek penghuni-hutan-berongga Bicol [Pseudogekko hungkag].

Hungkag berarti “hampa” dalam bahasa Filipina, dan diambil dari kecenderungan tokek bersembunyi di area berlubang seperti batang kayu.

Ia memiliki tanda berbentuk “Y” terbalik di sepanjang ekornya, dan mata kuning keemasan yang memantulkan cahaya senter.

Tokek ini hanyalah spesies ke-10 dari genus Pseudogekko [mirip tokek], yang semuanya ditemukan secara eksklusif di Filipina.

Pergerakan cepat dan kamuflase membuat mereka sangat sulit ditemukan, dan sedikit yang diketahui tentang kisaran habitat dan detil lainnya.

• Katak Raksasa Madagaskar ini Lebih dulu Terkenal Sebagai Sajian di Meja Makan

Gorengan katak dan kaki katak adalah menu yang jamak ditemukan di banyak kota di Madagaskar.

Katak raksasa dibesarkan di kolam atau dengan mudah ditangkap di pedesaan dan dibawa ke meja makan.

Salah satu spesies katak raksasa ini, yang mencapai panjang tubuh lebih dari 10 sentimeter [4 inci], menarik perhatian para peneliti.

Dengan menggunakan analisis genetik, para ilmuwan menemukan bahwa katak ini, meskipun terkenal oleh penduduk setempat, tidak diketahui secara sains.

Genusnya telah dibedakan dari spesies katak Mantidactylus lainnya dan diberi nama Mantidactylus radaka. Radaka adalah nama tradisional untuk katak besar. Sekarang ada 362 spesies katak yang dikenal di Madagaskar.

• 15 Spesies Tawon Baru, yang Menjadi Parasit bagi Laba-laba, Ditemukan di Brasil

Sekelompok peneliti menemukan 15 spesies tawon baru di hutan awan Andes dan hutan hujan Amazon Brasil.

Semua tawon berada di genus Acrotaphus dan semua menjadi parasit bagi laba-laba dengan cara unik.

Tawon Acrotaphus betina menggunakan racun untuk melumpuhkan laba-laba di jaringnya untuk sementara.

Tawon kemudian bertelur di atas laba-laba. Sementara laba-laba menjadi tuan rumah telur tawon, ia tidak lagi menjalin jaring normalnya, tetapi membangun jaring yang akan melindungi kepompong tawon yang sedang berkembang.

Setelah telur tawon menetas, larva memakan inang laba-laba dan kemudian hidup di jaring yang dibuat khusus saat menjadi kepompong.

Demikian informasi yang dapat kami rangkum terkait “Spesial, Ada 8 Spesies Baru yang Ditemukan pada Tahun 2020“.

Semoga dengan adanya informasi ini akan bermanfaat ya.**k