in

Lemes! Harga Emas Ambrol Terus Dikarenakan Duet Maut Ini, Cek Harga Emas Hari Ini 10 Maret 2021

Lemes! Harga Emas Ambrol Terus Dikarenakan Duet Maut Ini, Cek Harga Emas Hari Ini 10 Maret 2021

JATENGINFO.CO – Lemes! Harga Emas Ambrol Terus Dikarenakan Duet Maut Ini, Cek Harga Emas Hari Ini 10 Maret 2021.

Harga emas dunia berbalik merosot pada perdagangan sesi Eropa Senin pekan ini (8/3/2021), padahal di perdagangan pagi sudah cukup jauh ke atas US$ 1.700/troy ons. Pada perdagangan Selasa, penurunan harga emas berlanjut.

Jebloknya harga emas dunia terbilang menarik, sebab stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) yang membawa emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun lalu, kini tidak kelihatan (atau belum kelihatan) efeknya.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 17:18 WIB Senin lalu, harga emas dunia diperdagangkan di kisaran US$ 1.690,48/troy ons, melemah 0,61% di pasar spot. Padahal, di awal perdagangan harga logam mulia ini sempat menguat 0,77% ke US$ 1.713,91/troy ons.

Harga emas pun masih diperdagangkan di level US$ 1.683,45/troy ons di Selasa kemarin (9/3).

Harga Emas Dunia (US$/Troy Ons)

Senat AS pada akhir pekan lalu meloloskan stimulus fiskal jumbo senilai US$ 1,9 triliun yang diusulkan oleh Pemerintah di bawah komando Presiden Joseph ‘Joe’ Biden.

Nilai stimulus tersebut merupakan yang terbesar kedua sepanjang sejarah, sedikit di bawah rekor tertinggi US$ 2 triliun yang digelontorkan Maret tahun lalu oleh pemerintah AS di bawah Presiden ke-45 Donald Trump.

Stimulus fiskal merupakan salah satu bahan bakar utama yang membawa emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada bulan Agustus lalu. Rekor harga emas dunia US$ 2.072.49/troy ons dicapai pada 7 Agustus 2020.

Namun, stimulus kali ini emas masih sulit untuk merangkak naik, apalagi melesat. Ada “duet maut” dari sisi fundamental yang membuat emas tidak berdaya.

Dengan cairnya stimulus tersebut artinya jumlah uang yang beredar di perekonomian AS akan bertambah, dan secara teori dolar AS akan melemah.

Tetapi nyatanya, indeks dolar AS malah melesat sejak pekan lalu. Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS tersebut sore ini berada di 92,136, level tertinggi sejak November 2020 lalu.

Emas dunia yang dibanderol dengan dolar AS akan menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya ketika the greenback menguat. Sehingga permintaan berisiko menurun, begitu juga dengan harganya.

Selain itu, dengan cairnya stimulus tersebut maka laju pemulihan ekonomi AS akan terakselerasi, dan inflasi berisiko melesat. Alhasil yield obligasi (Treasury), terus menanjak.

Hingga Senin sore lalu, yield Treasury AS tenor 10 tahun naik 4,54 basis poin ke 1,5994%, masih berada di level tertinggi dalam satu tahun terakhir, atau sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi, dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) belum membabat habis suku bunganya menjadi 0,25%.

Yiled Treasury AS Tenor 10 Tahun

Treasury sama dengan emas merupakan aset aman (safe haven). Bedanya Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil.

Dengan kondisi tersebut, saat yield Treasury terus menanjak maka akan menjadi lebih menarik ketimbang emas. Alhasil, kenaikan yield membuat emas dunia tertekan.

Kenaikan yield Treasury yang dipicu prospek pemulihan ekonomi AS serta kenaikan inflasi membuat pasar keuangan global kembali dihantui oleh tapering (pengurangan program pembelian aset atau quantitative easing) The Fed yang dapat memicu taper tantrum.

“Jika pasar mulai percaya The Fed kehilangan kendali terhadap arah pasar obligasi, semua isu mengenai taper tantrum akan kembali muncul,” kata Art Cahshin, direktur operasi di UBS, sebagaimana dilansir CNBC International, Jumat (26/2/2021).

Taper tantrum pernah terjadi pada periode 2013-2015, saat itu indeks dolar AS melesat tajam. Emas saat itu menjadi salah satu korbannya.

Kenaikan yield Treasury dan dolar AS menjadi “duet maut” secara fundamental yang membuat emas terbenam.”

“Secara teknikal melihat grafik harian, ada lagi “duet maut”, yakni pola Death Cross dan Double Top.

Death cross merupakan perpotongan rerata pergerakan (Moving Average/MA) 50 hari,100 hari (MA 100), dan 200 hari (MA 200). Pola ini menjadi sinyal harga suatu aset akan turun lebih dalam.

Nasib buruk emas diperparah setelah menembus neckline pola Double Top, di kisaran US$ 1.764/troy ons.

Sementara puncak pola ini di kisaran US$ 1.955/troy ons. Sama dengan Death Cross, pola ini merupakan pola bearish yang bisa membawa emas jeblok.

Jarak antara puncak dengan neckline sebesar US$ 191. Maka, ketika emas menembus neckline pola Double Top, target penurunan sebesar US$ 191 dari level neckline di US$ 1.573/troy ons.

Emas baru bisa lepas dari tekanan jika kembali ke atas neckline dan bertahan di atasnya.

Harga Emas UBS di Pegadaian Hari Ini 10 Maret 2021

Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian hari ini, Rabu (10/3/2021) naik dibandingkan perdagangan hari kemarin.

Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dibanderol Rp487.000, naik Rp4.000 dibandingkan harga pada Selasa (9/3/2021).

Harga emas UBS ukuran 1 gram dijual seharga Rp913.000, naik Rp8.000 dibandingkan dengan harga kemarin.

Untuk harga emas 24 karat Antam hari ini tidak tersedia di Pegadaian hingga pukul 06.20 WIB.

Emas 24 karat UBS dengan ukuran 5 gram dibanderol Rp4.472.000, naik Rp11.000.

Kemudian untuk cetakan 10 gram harga emas UBS dipatok 8.895.000, naik Rp734000 dari harga hari Selasa.

Emas batangan 25 gram cetakan UBS dihargai Rp22.195.000, sedangkan ukuran 50 gram di Pegadaian dijual seharga Rp44.298.000.

Untuk ukuran 100 gram, Pegadaian membanderol harga emas UBS sebesar Rp88.559.000. Adapun ukuran emas paling besar, yaitu 1.000 gram, dibanderol Rp883.327.000.

Berikut daftar harga emas 24 karat di Pegadaian, Rabu (10/3/2021.

• 0.5 Gram: Emas UBS Rp 487.000

• 1.0 Gram: Emas UBS Rp 913.000

• 2.0 Gram: Emas UBS Rp 1.811.000

• 5.0 Gram: Emas UBS Rp 4.472.000

• 10.0 Gram: Emas UBS Rp 8.895.000

• 25.0 Gram: Emas UBS Rp 22.195.000

• 50.0 Gram: Emas UBS Rp 44.298.000

• 100.0 Gram: Emas UBS Rp 88.559.000

• 250.0 Gram: Emas UBS Rp 221.332.000

• 500.0 Gram: Emas UBS Rp 442.141.000

• 1000.0 Gram: Emas UBS Rp 883.327.000

Demikian informasi yang dapat kami rangkum terkait “Lemes! Harga Emas Ambrol Terus Dikarenakan Duet Maut Ini, Cek Harga Emas Hari Ini 10 Maret 2021“.

Semoga dengan adanya informasi ini akan semakin bermanfaat ya.***