in

Kabar Gembira, Mulai Januari 197.380 ribu Warga Bekasi Bakal Terima Uang Rp300.000 per Bulan

JATENGINFO.CO – Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyebutkan Januari 2021 warganya tidak akan menerima bantuan sosial (Bansos) presiden berupa paket sembako dari pemerintah pusat.

Namun, skema pemberian bansos tersebut diubah menjadi bantuan tunai yang akan diberikan langsung kepada warganya.

“ Bantuan sosial tunai (BST) sedianya akan dicairkan pada Januari 2021kepada warga Bekasi yang sudah terdata,” kata KabidPenanggulangan Masyarakat Miskin Dinas Sosial Kota Bekasi, Yeni Suharyani di Bekasi,Minggu (27/12/2020).

Menurutnya, setiap warga akan mendapatkan uang tunai sekitar Rp300.000 setiap kepala keluarga (KK).

BST akan disalurkan kepada 197.380 kepala keluarga (KK) di Kota Bekasi. Bantuan tunai itu akan diberikan setiap bulan selama empat bulan.

“Direncanakan empat bulan ke depan dahulu, kemudian akan ada evaluasi per tiga bulan yang dilakukan pemerintah pusat,apakah akan dilanjut atau tidak,” ujarnya.

Yeni menjelaskan,pemberian BST sepenuhnya merupakan keputusan pemerintah pusat.

Ia mengaku tak mengetahui pertimbangan diubahnya bentuk bansos dari yang awalnyasembako menjadi uang tunai.

Sebabm kebijakan tersebut ada di Kementerian Sosial dan proses pelaksanaan dan penyalurannya bakal diatur Kemensos.

Hanya saja, kata dia, Dinsosberperan untuk memberikan data masyarakat yang berhak menerima.

Saat ini baru ada informasi usulan data saja, terkait sistem untuk penyaluran belum diinformasikan.

“Jadi Bekasi diminta data penerimanya, yang menyalurkan langsung pemerintah pusat secera tunai,” ungkapnya.

Sementara, Pemkot Bekasi mengklaim penerima bantuan sosialdi wilayahnyakerap berubah. Hal ini menjadiselaluperntanyaan masyarakat kepada pemerintah.

Selama masa Pandemi Covid-19 ini,pemerintahtelah menyalurkan 12 kali bansos yang berasal dari Presiden Joko Widodokepada warganya.

Kepala Seksi Data Bidang Penanggulangan Masyarakat Miskin Dinas Sosial Kota Bekasi, Tentrem jumlah penerima bansos berbeda-beda dikarenakan terdapat proses validasi.

Pemerintahterus melakukan validasi ulang yang dilakukan pada periode Agustus hingga November.Apalagi, jumlah penerima selalu berubah-rubah.

“Tahap satu sampai delapan, total penerima sejumlah 197.180 KK, itu dari bulan April sampai September. Kemudian, di Agustus ada verifikasi ulang,” katanya.

UntukVerifikasi dilakukan pada Agustus hingga November, pada September 2020 lalu, pihaknya mengusulkan sebanyak 172.871Kepala Keluarga(KK).

Namun,kata dia,pemerintah pusat hanya mengabulkan sebanyak 163.832 KK saja.

Dalam proses verifikasi ulang tersebut, terdapat kelurahan yang terlambat memberikan data sehingga pihaknya kembali harus melakukan pengajuan kembali.

Misalnya,Kelurahan Kotabaru saat verifikasi tidak mengirimkan, makanya tertinggal.

Lalu dikirim ulang datanya. Usulan dari 3.273 yang turun 2.946 KKl.Sehingga, jika digabungkan total penerima bansos presiden pada Desember 2020 untuk warga Kota Bekasi sebanyak 166.778 KK.

“Namun pemerintah pastikan semua warga yang dapat bantuan merupakan warga yang terdata dan terdampak wabah corona,” tegasnya.