in

Datang ke Kantor Cabang BRI, Penerima BLT UMKM 2020 yang Belum Bisa Ambil Dana Rp2,4 Juta, Dipastikan Cair 2021

Datang ke Kantor Cabang BRI, Penerima BLT UMKM 2020 yang Belum Bisa Ambil Dana Rp2,4 Juta, Dipastikan Cair 2021

JATENGINFO.CO – Datang ke Kantor Cabang BRI, Penerima BLT UMKM 2020 yang Belum Bisa Ambil Dana Rp2,4 Juta, Dipastikan Cair 2021.

Pelaku usaha mikro yang telah terdaftar menjadi penerima BLT Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) UMKM pada 2020.

Akan tetapi belum mendapat dana bantuan sebesar Rp2,4 juta, dipastikan dana tersebut akan cair pada 2021.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo.

“Pelaku usaha mikro penerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada tahun 2020 yang belum dapat mengambil dana hibah dipastikan dapat dicairkan pada tahun 2021,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Menurut Haryadi, hingga tutup buku tahun 2020, belum semua pelaku usaha mikro yang berhak menerima BLT BPUM UMKM dapat mencairkan dana sebesar Rp2,4 juta tersebut.

Kondisi tersebut terjadi lantaran jumlah penerima bantuan yang tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan perbankan yang menjadi mitra pemerintah dalam penyaluran dana bantuan tersebut.

“Kami memastikan penerima bantuan pada tahun 2020 yang telah terdaftar, dapat mengambil haknya pada tahun ini,” kata Haryadi.

Untuk di Kota Pontianak sendiri, pelaku usaha mikro yang menerima BLT BPUM UMKM sebanyak 18.819 dengan total nilai bantuan sebesar Rp45,450 miliar.

“Secara umum penyaluran bantuan yang dilakukan melalui perbankan berjalan dengan lancar meski ada beberapa permasalahan di lapangan, terutama menyangkut kekeliruan administrasi,” tutur Haryadi.

Haryadi berharap, dana BLT BPUM UMKM tersebut, dapat dimaksimalkan oleh pelaku usaha mikro untuk memperkuat usaha, baik dari sisi modal, menambah bahan baku atau membeli peralatan penunjang usaha.

Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) selaku penyalur dana BLT BPUM UMKM, akan menyalurkan dana BLT UMKM hingga 31 Januari 2021.

Direktur Mikro BRI, Supradi menjelaskan, bagi masyarakat yang sebelumnya telah mendaftar BPUM BLT UMKM diminta untuk segera melakukan pengecekan status penerima bantuan program BLT UMKM via bank BRI.

Pengecekan status penerima bantuan sebesar Rp2,4 juta ini juga bisa dilakukan secara online melalui e-form BRI.

“Kami menyediakan sistem yang bisa diakses secara real time oleh masyarakat. Jadi sebelum ke kantor BRI, pelaku usaha mikro dapat memastikan terlebih dahulu melalui e-form BRI,” ujar Supari.

Masyarakat diimbau mengakses terlebih dahulu laman e-form BRI sebelum mendatangi kantor BRI, untuk mencegah terjadinya penumpukan atau antrean penerima dana bantuan Rp2,4 juta.

Masyarakat yang berhak menerima BLT BPUM UKM dapat segera menghubungi Kantor Cabang BRI terdekat untuk mengecek jadwal pencairan.

Pencairan BLT UMKM ini dilakukan secara bertahap, sebab hal ini disesuaikan dengan kapasitas Kantor Cabang BRI untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Pada hari pencarian yang telah dijadwalkan, peserta yang berhak menerima dana BLT UMKM sebesar Rp2,4 juta.

Datang ke Kantor Cabang BRI dengan membawa identitas diri guna menyesuaikan data penerima yang diperoleh BRI dari Kemenkop UKM.

Masyarakat yang memiliki kendala terkait BLT BPUM UMKM, bisa menghubungi layanan pengaduan via hotline ke 1500-857 atau via WhatsApp ke nomor 0811-1450-587.

Selain itu, masyarakat yang memiliki kendala terkait BLT BPUM UMKM juga bisa mengajukan pengaduan secara online ke https://www.lapor.go.id/instansi/kementerian-koperasi-dan-usaha-kecil-menengah.

Target Penerima BLT UMKM

Mengenai target penerima bantuan, Hanung menyebutkan, pihak Kemenkop UKM mengusulkan jumlah penerima sama dengan tahun 2020 yaitu 12 juta pelaku UMKM.

“Kalau kita mengajukan sama dengan tahun ini, karena perkiraan (informasi dari salah satu penelitian) yang belum bankable itu 22 juta (pelaku UMKM),” ujar Hanung.

“Tentunya sekrang lebih banyak lagi, dengan adanya Covid-19. Jadi kita usulkan 12 juta lagi, jadi totalnya 24 juta,” tambah dia.

Bantuan BLT UMKM ini ditujukan kepada pelaku UMKM yang belum pernah mendapatkan atau menerima bantuan peminjaman atau sejenisnya dari pihak perbankan (unbankable).

“(Bantuan diberikan) satu kali yang belum dapat, kan yang belum dapat banyak. Sasaran kami yang belum bankable,” papar Hanung.

Sementara bagi yang sudah mendapatkan bantuan dan berhasil menjalankannya, lanjut dia, didorong untuk program KUR super mikro.

“Kalau sudah dapat dan berhasil, kami dorong untuk KUR super mikro,” ujarnya.

Evaluasi BLT UMKM 2020

Hanung memaparkan, berdasarkan evaluasi program BLT UMKM tahun ini, bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM cukup efektif.

Menurut dia, sekitar 80-90 persen penerima menggunakan dana bantuan untuk produksi.

“Sedikit sekali yang digunakan untuk kepentingan lain seperti konsumsi,” tuturnya.

Hanung berharap, penerima bantuan BLT UMKM dapat benar-benar menggunakan dana untuk kepentingan produktif.

“Kalau ada pungutan-pungutan saat pencairan mohon dilaporkan ke kami,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, bantuan BLT UMKM yang diberikan tahun ini sebesar Rp 2,4 juta untuk masing-masing penerima, ditujukan sebagai tambahan modal kerja bagi para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

Cara Daftar BLT UMKM

Syarat pendaftaran BLT UMKM, Kementerian Koperasi dan UMKM hanya bisa dilakukan secara luring atau offline.

Selain itu, karena tidak semua pelaku UMKM bisa mendapat bantuan, ada beberapa syarat yang juga perlu diperhatikan, yaitu:

  • WNI dan mempunyai Nomor Induk kependudukan (NIK) yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul
  • Tidak sedang menerima kredit modal dan investasi dari perbankan
  • Bukan berasal dari anggota aparatur sipili negara (ASN), TNI/Polri, dan pegawai BUMN/BUMD
  • Selanjutnya pelaku UMKM dapat mengajukan diri ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) kabupaten atau kota masing-masing.

Saat mendaftar, pelaku UMKM harus membawa sejumlah berkas yang dibutuhkan, yaitu:

  • NIK
  • Nama lengkap
  • KTP
  • Alamat tempat tinggal
  • Bidang usaha
  • Nomor telepon
  • Jika tempat usaha berbeda dari domisili, maka pendafar harus meminta surat keterangan usaha (SKU) dari desa setempat.

Cara Cek Status Penerima BLT UMKM

Pelaku UMKM juga bisa mengecek status penerima bantuan secara online melalui laman https://eform.bri.co.id/bpum.

Berikut cara pengecekannya:

  • Buka alamat https://eform.bri.co.id/bpum
  • Isi nomor KTP Lakukan proses verifikasi dengan memasukkan jawaban perhitungan matematika
  • Klik proses inquiry
  • Akan muncul pemberitahuan terkait status penerima bantuan
  • Jika dinyatakan sebagai penerima bantuan, maka segera datang ke Bank BRI terdekat dengan membawa identitas diri.

Proses Pencairan BLT UMKM

Pencairan BPUM atau BLT UMKM dapat dilakukan dengan melengkapi dokumen Surat Pernyataan dan/atau kuasa Penerima Dana BPUM dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Surat-surat tersebut sudah disediakan oleh pihak Bank BRI, pendaftar hanya diminta untuk mengisi dan melengkapi data yang diperlukan.

Bagi penerima bantuan yang telah memiliki rekening BRI, dapat membawa persyaratan lainnya seperti buku tabungan, kartu ATM, dan identitas diri.

Penerima bantuan yang tidak memiliki nomor rekening, akan dicetakkan buku tabungan oleh Bank BRI dengan membawa KTP dan bukti SMS atau pemberitahuan.

Demikian informasi yang dapat kami rangkum terkait “Datang ke Kantor Cabang BRI, Penerima BLT UMKM 2020 yang Belum Bisa Ambil Dana Rp2,4 Juta, Dipastikan Cair 2021“.***

Semoga informasi ini bermanfaat ya.